Minggu, 30 Oktober 2011

Perjuangan Plat merah berakhir


“ Plat Merah “ sebuah jargon yang selalu ditunggu oleh karyawan kontrak seperti kita kita ini dulu , oh iya Plat Merah ini bukannya perusahaan BUMN ataupun pegawai sipil yah , sekali lagi ini adalah jargon buat kuli kuli seperti kita2 , kerja keras yang berbuah kepuasan , inilah manisnya kesabaran, untuk mencapai ini saya sendiri harus bersabar dan terus bekerja keras selama 7 tahun (2004 -2011), kegagalan itu bukan menjadikan kita tenggelam kedalam sebuah keadaan dimana kita menjadi tertekan tiada akhir , kita harus terus bangkit dan belajar kembali. Keberuntungan dan dukungan adalah factor lainnya yang tidak bisa dihindari. Aq dewe sempet jatuh th 2008 , wow 3 th untuk bisa mendapatkan kesempatan lagi , jangan pernah membuang kesempatan , selagi ada sikat saja , karena kita tidak tahu kapan ada lagi kesempatan itu. Jadikanlah ini pelajaran penting , kalau aq berpikir , kenapa orang pernah berada dipersimpangan jalan , dan mereka mengambil keputusan untuk mengakhiri loyalitas pada perusahaan yg telah membesarkan dan memberinya ilmu , semua karyawan itu egois jika mereka berfikir saya tidak dihargai yang sepadan dengan apa yg saya miliki , apakah mereka itu telah berfikir saat mereka masuk untuk belajar di perusahaan itu mereka sudah dalam kondisi professional seperti sekarang ini ? darah dan daging ku saat ini terdapat kebaikan dari prusahaanku saat ini , dan itu yang telah menghidupkanku pribadi dan keluargaku , jadi wajarlah loyalitas selama ini aq berikan , dan semoga kedepannya tetap seperti ini , this new responsibility , to be best working , bismillahitawakaltu la’khaulawalakuwatta illa billahil azim


Leia Mais…

Minggu, 09 Januari 2011

L D R



Long Distance Relationship atau hubungan jarak jauh , eh sebentar kalau hubungan aja khan hal biasa dan global ya? maksud disini lebih aq kerucutkan ke “pacaran” . Pacaran jarak Jauh bukan lah perkara yang (susah/mudah), terlalu banyak hal yang bisa menjadi boomerang atau bom aktif yang akan menjadi ranjau dan meledak sewaktu waktu bila salah informasi , dari kebanyakan orang bilang kalau pacaran jarak jauh itu gampang dilakukan asalkan adanya kepercayaan dan kesetiaan (rumus yg benar) namun permasalahannya yg mengatakan itu adalah orang yg belum pernah melakukan LDR , dan aq gak percara gitu aja , nah gimana lagi namanya juga cinta , bukankah cinta itu buta karena memang tidak punya mata ,dan cinta itu tak berlogika karena memang cinta tidak pernah dipikirkan oleh otak , namun cinta itu punya hati dan nafas, jadi cinta itu sering membuat orang sesak bila secara tiba tiba datang rasa kangen ke doi (seperti serangan asma mendadak) alasan yang benar ya , soalnya hati itu letaknya ada di dada ya ? yg ada disebelah lambung itu namanya liver (kita sepakati dulu , setiap berbicara hati di catatan kali ini kita bicara heart dan bukan liver). Itulah alasan kenapa manusia mau menjalani pacaran jarak jauh … hanya dengan 1 alasan saja “cinta” maka semuanya menjadi masuk akal.

Aq membayangkan nasib mamaku dulu waktu menunggu surat dari papa yang sedang dinas luar kota , mungkin kalau sudah kangen , yang bisa dilakukan hanya menunggu pak pos berhenti didepan rumah dan beharap2 cemas ada surat untuk mama (tapi khan mama papa waktu itu sudah nikah) waktu pacaran nya mereka khan di 1 kota yg sama ya , tapi minimal kejadian itu yang bisa dijadikan contoh kejadian dimasa lalu , secara namanya telepon , internet , email , chating , sms , sama mms belom ada jaman dulu , apa lagi bbm , plur , twitter lebih belum ada lagi. Dulu kekecewaan muncul bila pak pos pengantar surat mengatakan “tidak ada surat untuk ibu” , nah sekarang harus cukup puas apabila call failed , sms pending , sering kali asisten setia selalu menjawab “maaf , nomor yg anda hubungi sedang diluar jangkauan” dan mbak mbak yang selalu ngomong gitu tadi kok gak capek capek ya ? apa sich namanya itu ? lupa euy … *cling baru inget …… itu namanya voice mailbox , jadi berteman akrab lah dengan nada sambung yang satu itu (baca : voice mailbox).

Komunikasi adalah aspek terpenting bila mau sukses LDR (percaya/gak percaya), tapi kalo tante voice mailbox terus yang jawab telpon gimana donk , bisa gak komunikasi terjadi ? ilmu per-batin-an solusi terbaiknya , no data and voice communication , ilmunya ilmu bathin.

LDR ternyata tidak berlaku hanya untuk yg lagi pacaran aja , orang yg udah berumah tangga juga banyak yg LDR , walau beralasan hanya tugas luar kota ataupun karena mutasi lokasi kerja , apapun itu , inilah percakapan dari orang2 LDR itu :

Sebelumnya dikenalin dulu ya sapa aja yang lagi ngobrol itu :

*baju putih belang merah namanya pak heru , status KTP : kawin , job : project development Indosat jkt

** baju hitam merk adidas namanya Mr. Zul from Malaysia , baru menikah 2 bulan dengan cekgu (ibu guru) di Malaysia sana , pengantin baru ini tugasnya setting performansi BTS Altobridge.

*** baju belang2 (ada orange, coklat tua dan coklat muda) namanya pak agus , berstatus kawin dengan satu anak , work by paradise datacom. (dalam tulisan ini gak ikutan ngobrol ya soalnya waktu itu pak agus gak ada, dijelasin soalnya takut ada yg teliti banget kalo ada satu orang difoto belom dikenalin)

**** si bolang , yang lagi teknisi cabutan , siap panggil kapan pun (promosi banget) , tuh yg kelihatan nggak keurus sendiri karena hanya dialah yg masih belum kawin di foto itu.


Diawali dengan acara minum saraba (yg gak tau apa itu saraba , cari aja sendiri definisinya di google) dan makan makan gorengan disaat malam yg dingin setelah hujan deras di mambi :

Pak Heru : sms istri dulu ah …

Mr. Zul : *langsung nyeletuk* istri itu enaknya dipegang …

Rully : )*^%#* bingung sebentar sebelum ngerti maksudnya …

Pak Heru : jadi lebih autis nih gara gara susah sekali tlp , seperti waktu sms aja pake sms sms an

Rully : dulu belom ada jam IM3 yg tiga detikan ya pak ? kok pake sms sms an.

Pak Heru : iya , dulu pake itu 3 detikan … itu …

Mr.Zul : *^%#%^ gentian dia yg bingung

Rully : sebentar pak , dulu khan udah waktu kuliah ya … dulu banyak paacar ya pak ? klo nge jam bisa salah ucap nama , hehehe *seperti pengalaman aja nih elik* [padahal dulu jaman sekolah gak punya hp, nge jam pake apaan ? kertas sobekan yg digulung kecil terus di tempar nge jam nya ?]

Mr.Zul : kalau begini enaknya peluk istri ….

Rully + Pak Heru: *lihat doank

Pak Heru : terus …

Mr. Zul : ya …

Pak Heru : *langsung potong kata2 pak Zul* jangan , masih ada anak kecil disini …

Rully : *manggut2 , soalnya masih belum ngerti siapa yg dimaksud anak kecil* yah lebih bodonya kita yang kasih aktif BTS biar bisa telepon malah kita gak kebagian chanel untuk tlp.

Mr. Zul : nanti pulang ke Malaysia langsung cuti lah , tengok istri …

Pak Heru : *hitung hari pake jari* masih 28 hari lagi … *kasih Info berapa lama lagi baru pulang*

Rully : kasiannya tuh istri , cuman ditengokin aja … kenapa gak menetap sementara di kampong istri pak ? *pertanyaan untuk pak Zul*

Mr. Zul : ya cuti rehat lah , bertemu istri , peluk istri …

Rully : *bayangin dipeluk pak Zul yg gede banget, bisa tipis saya nanti digencet* buat anak juga ?

Mr. Zul : lagi 1 bulan … *istri hamil maksudnya*

Pak Heru : wah bisa praktek aman kamasutra donk …. Hehehe

Rully : wah … tokcer donk , kawin langsung jadi ….

Mr.Zul : nanti klo bapak kawin bilang saya , biar nanti saya ajar bagaimana caranya.

Rully : saya nggak mau praktek ya … teori aja , dari pada besok2 , sekarang aja napa ?

Obrolan berlanjut kemana mana tuh , mulai dari hal sepele sampe semaradona , eh sampe hal penting. Yang sebenernya gak penting penting amat.

Tapi intinya yg aq pahami adalah , kalau orang LDR pacaran masih kangen ngobrol aja ya , kalau orang LDR sudah merried bisa berabe ya klo udah kagen …. Masa ada yg beranggapan :

- Kangen anak = interlokal

- Kangen istri = lokalan saja

Lha klo kangen pacar ? dan pertanyaan itu berakhir dengan jawaban … ya cepet kawin aja …

Tapi justru ditanya lagi … emang ada yg mau sama kamu Rul ?

Klo menurut apa yg bisa diurut , namanya LDR sama sama punya efek kangen kuadrat dari kangen bagi mereka yang ada dalam satu area yang sama. Dan orang LDR yg lulus ujian ke LDR an nya itu akan bisa lebih menghargai arti kebersamaan dan loyalitas serta totalitas dalam kepercayaan.

“Ya Allah saya titipkan dia hanya kepada Mu , karena hanya Engkaulah yang bisa membawanya kembali bersanding dengan ku , maka ku mohon jagalah dia dimanapun dia berada , aamiin”

Leia Mais…

Minggu, 03 Oktober 2010

Cerita oleh2 mudik - alhamdulillah

Jari ini tak kuat rasanya untuk menyuratkan segala asa yang muncul setalah takeoff nya pesawat, di ketinggian 23.000 kaki aq merasa ada sesuatu yg tertinggal disana , ganjalan besar dalam hati yg seakan2 semakin besar dan membatu dalam hati karena semakin jauh jarak memisahkanku. Sindrom mudik aq menyebutnya , setah mudik , rasanya pingin segera mudik lagi. Tapi kali ini beda karena bukan sidrom mudik biasa. Aq masih belum sadar dan belum dapat mejawab seketika kenapa serasa tak ada hal yang memberikanku alasan menjadi seorang picisan yang mendalami kesedihan terlalu dalam. Sampe aq merasa heran dan bingung , kok rasanya bukan aq yg biasanya. Lebaran kali ini memberikanku hidup yang baru, hidup dengan target realistis dan motivasi baru untuk suatu perubahan yang baik demu suatu tujuan yg tergambar pada masa depanku. Mudik kemarin berawal dengan kondisi yang tidak berbeda dari lebaran 1 tahun lalu , dari seorang elik yg nggak ribet dan nggak punya target apa apa , walau pertanyaan panas (sudah punya pacar belom ?, kapan nikah?, mau berapa lama lagi bujangnya ?) sudah disisipkan dalam canda obrolan lebaran nanti oleh segerombolan om, tante bahkan mungkin mama papaku sendiri , tapi enyak babe gw adalah orang paling pengertian sedunia , anaknya pulang bukan untuk pertanyaan itu, tapi untuk menjawab dengan perilaku dan bukan perkataan (harapannya gitu katanya nyokab). Dan apa kenyataannya , sesampainya dirumah mama dengan komando militer ala ibu rumah tangga langsung membagi tugas bagi 3 anggotanya , 1. Komandan (papa). 2. Jendral (lucky) , dan tentu saja kacung yg baru saja di kirim dengan kilat khusus dari Makassar (elik ganteng *embel2 ganteng sengaja ditambahin sendiri oleh penulis biar nggak terlalu miris dengan title kacung didepannya). Bukan pertanyaan baik baik lik , sehat ? nggak , tapi kata2 yg keluar adalah , ayo cepet itu tas baju cepet diangkat , beras dalem karung , rice cooker , itu sayuran ama bla bla blabla diangkat sekalian , masukin mobil, (jadi inget lebaran tahun lalu itu anak bebek juga ikut mudik , kata mama kasian ntar gak ada yg kasih makan klo ditinggal , hasilnya kuta mudik bareng bebek2 itu dimobil) yah itulah mama , cerewetnya selalu bikin kangen setiap waktu , karena cewek sendirian dirumah menjadikan dia sering tak punya genk dalam rumah, tuh cowok2 asik ngobrolin sesuatu sambil ngopi + rokokan , mama cuman nonton sinetron kesukaannya dan tidur2an. Eh kok jadi ngelantur ke sono2 , balik ke : ‘dari seorang elik yg nggak ribet dan nggak punya target apa apa’ dan kini aq telah punya hal yang harus aq perjuangkan, kalo dibilang lebaran kali ini unpredictable, mulai dari musibah yg aq alami :( (sapa sangka etalase SPBU aq adu dengan mobil kesayangan mama) dan cerita cerita setahun tentang keluarga besar dan cerita curhat sang mama pada anaknya (selalu ada sesi ini dalam setiap tahunnya) , dan gurauan2 khas ala keluarga kita. Menjadikan mudik adalah suatu hal yg patut untuk di perjuangkan setipa tahunnya (mangan gak mangan asal kumpul, ntar klo dah laper cari aja warung atau resto yg buka).


Waktu begitu cepat berlalu , 18 hari tak berasa sama sekali , hujan aja tiap hari waktu mudik tuh , tapi gak papa semua kegiatan masih tetap bisa dilakukan , mulai males2an sambil tidur2an nonton tipi , masak masak bareng mama , mancing ikan di kolam belakang rumah , sampe main main ama abang adekku, semua menjadi kesatuan utuh hingga satu pertanyaan mama membuat suasana mendung dalam pagi itu (seingatku pertanyaannya gini : eh jadi lebaran ini masih tetep sama lebaran kemarin , belom ada yg mau dikenalin?) mama membuat pertanyaan yg halus banget , walau sambil goreng kerupuk/tempe ya waktu itu? Ya sekenanya aja aq jawab , sabtu besok aq kenalin (*dam* emangnya manusia berinisial “ I “ mau main kerumah … hahaha sok pede abis nih elik , dasar kacung ber ke-pede-an tingkat kakap. Alhamdulillah , rejeki nggak kemana , Tuhan memberikan sesosok makhluk manis dan dikenalkan padaku , selalu saja begitu , kopdar yg meng-kikuk-kan , bukan pada dirinya saja , aq juga sebenernya , dengan harap2 cemas , bener ndak ini orangnya , hahaha (cuman tampilanku dibuat se cool mungkin , jadi nggak kelihatan banget , dan kelihatannya emang sukses, nggak demam panggung rasanya) mama papa dan my brother menerimanya dengan baik , semoga saja dia menerima dengan baik pertemuan kami, Biasanya kalau pulang balik ke Negara perantauan cuman mama yg nangis (kemaren juga gitu lagi , dibandara seperti melepas anaknya jadi TKI aja mama , sambil dada dada gitu nangis , tp itulah cinta seorang ibu pada anaknya , I’m proud mendapat perlakuan seperti itu , walau saya ini sibolang = si bocah ilang yg gak pernah di absen oleh mama nya, yg ada aq yg iri karena gak merasa diperhatikan , dasar anak gak tau diri , kering tempe ama bumbu pecel oleh2 mama itu apa ? takut anaknya gak bisa makan pecel kalik sampe dibawain begituan , berarti aqnya aja yg gak sadar klo diperhatiin), ternyata ada sesosok wanita disana yg dalam waktu bersamaan menangis untuk ku . Dua wanita yg mencintaiku apa adanya tanpa menuntut apapun dan memberiku ikatan waktu untuk kembali dalam pelukannya, Karena ketidak sanggupan melepas itulah mereka menangis , bagiku ketidak sanggupanku adalah mengusap air mata mereka, proses ini harus tetap berjalan dengan segala keterbatasan waktu dan pemisah lautan itu , biarlah untaian doa dan rajutan rasa kangen menjadi selimut dalam tiap malam tidur kita dengan pengharapan setiap esok pagi kita dapat dipertemukan dalam untaian takdir dan rizki Tuhan, ada titipan doa nih dari seseorang berinisial INA “ Semoga Allah menjaga hati kita , sampai waktunya Allah mengijinkan kita bersatu “ .. Aamiin..

Leia Mais…