Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2011

Melihat lebih jauh

Iseng liat web-nya mbak Dian Sastro, dapet tulisan dibawah.. tulisan ini pertama kali terbit di Kompas tgl 14 Februari 2009, bagus banget salut buat Kompas dan Pak Herry Tjahjono, maaf ya Pak Herry tulisannya saya posting di blog saya, semoga Kompas dan Pak Herry tidak keberatan. Tulisannya memberikan semangat baru buat saya dan bisa melihat lebih jauh....

Mungkin inilah yg sedikit menenangkan saya waktu menerima dengan lebih ikhlas putaran kedua saya berkarir di tanah Papua , ambil positifnya , dan jalankan dengan penuh tanggung jawab , insyaallah jalannya akan lebih mudah di lalui daripada kita hanya mengeluh ….

Melihat lebih jauh

oleh: Herry Tjahjono

Ada dua kisah nyata inspiratif yang akan saya adaptasi. Pertama tentang seorang tukang pipa (plumber). Alkisah, bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman sedang pusing karena pipa keran airnya bocor, ia takut anaknya yang masih kecil terjatuh. Setelah bertanya ke sana-kemari, ditemukan seorang tukang terbaik. Melalui pembicaraan telepon, sang tukang menjanjikan dua hari lagi untuk memperbaiki pipa keran sang bos. Esoknya, sang tukang justru menelepon sang bos dan mengucapkan terima kasih. Sang bos sedikit bingung. Sang tukang menjelaskan, ia berterima kasih sebab sang bos telah mau memakai jasanya dan bersedia menunggunya sehari lagi. Pada hari yang ditentukan, sang tukang bekerja dan bereslah tugasnya, lalu menerima upah. Dua minggu kemudian, sang tukang kembali menelepon sang bos dan menanyakan apakah keran pipa airnya beres. Namun, ia juga kembali mengucapkan terima kasih atas kesediaan sang bos memakai jasanya. Sebagai catatan, sang tukang tidak tahu bahwa kliennya itu adalah bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman. Cerita belum tamat. Sang bos demikian terkesan dengan sang tukang dan akhirnya merekrutnya. Tukang itu bernama Christopher L Jr dan kini menjabat GM Customer Satisfaction & Public Relation Mercedes Benz. Dalam sebuah wawancara, Christopher menjawab, ia melakukan semua itu bukan sekadar tuntutan after sales service atas jasanya sebagai plumber. Jauh lebih penting, ia selalu yakin tugas utamanya bukanlah memperbaiki pipa bocor, tetapi keselamatan dan kenyamanan orang yang memakai jasanya. Christopher melihat lebih jauh dari tugasnya.

Kisah lain. Ada juga kisah dari teman saya, James Gwee, tentang Mr Lim yang sudah tua dan bekerja "hanya" sebagai door checker (memeriksa engsel pintu kamar hotel) di sebuah hotel berbintang lima di Singapura. Puluhan tahun ia jalankan pekerjaan membosankan itu dengan sungguh- sungguh, tekun, dan sebaik-baiknya. Ketika ditanya apakah ia tak bosan dengan pekerjaan menjemukan itu, Mr Lim mengatakan, yang bertanya adalah orang yang tidak mengerti tugasnya. Bagi Mr Lim, tugas utamanya bukanlah memeriksa engsel pintu, tetapi memastikan keselamatan dan menjaga nyawa para tamu. Dijelaskan, mayoritas tamu hotelnya adalah manajer senior dan top manajemen. Jika terjadi kebakaran dan ada engsel pintu yang macet, nyawa seorang manajer senior taruhannya. Jika ia meninggal, sebagai decision maker, perusahaannya akan menderita. Jika perusahaannya menderita dan misalnya bangkrut, sekian ribu karyawannya akan menderita. Belum lagi keluarganya, termasuk anak istri manajer itu.

Demikian jauh pandangan Mr Lim, dan ia bukan sekadar door checker. Beberapa pelajaran Christopher L Jr dan Mr Lim relatif manusia sejenis. Keduanya bukan kelas manusia sedang atau biasa (good people). Mereka jenis "manusia besar atau manusia berlebih" (great people) meski jabatan atau pekerjaan formal di suatu saat demikian "rendah dan biasa saja". Sikap mental mereka jauh lebih tinggi dari jabatan dan pekerjaan formalnya.

Dua kisah itu memberikan beberapa pelajaran berharga. Pertama, untuk menjadi manusia besar tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis seseorang mengerjakan tugasnya. Kemampuan dan kompetensi teknis (hard competence) boleh sama atau biasa saja, tetapi sikap mental atau soft competence yang lebih akan menentukan seseorang menjadi manusia besar atau tidak. Kedua, untuk bisa mempunyai soft competence dimaksud, kita perlu berontak dan bangun dari tidur panjang selama ini, keluar dari zona nyaman good. Sebagai manusia minimalis, pekerja atau pemimpin apa adanya (yang penting job description dijalankan), target kerja atau key performance indicator (KPI) tercapai, beres! Itulah tipikal manusia biasa saja. Upaya ini memerlukan pengorbanan diri sebab hanya dengan menjadi good people seperti selama ini saja, toh tak ada yang mengusik kita, tetap bisa bekerja dengan nyaman, dan seterusnya. Maka, pemberontakan untuk bebas dari kondisi good people itu harus dari diri sendiri dulu. Ingat petuah Jim Collins, good is the enemy of great. Ketiga, langkah lebih konkret selanjutnya adalah sikap mental untuk "melihat lebih"! Christopher L Jr plumber yang ingin memastikan kliennya nyaman dan selamat. Mr Lim door checker yang ingin menjamin tamu hotelnya terjaga nyawanya dari bahaya kebakaran. Melihat lebih jauh, beyond the job! Keempat, setelah mampu melihat lebih, barulah kita mampu "memberi lebih" (giving more). Hanya dengan melihat lebih dan memberi lebih, kita mampu menjadi manusia besar yang tidak hanya bekerja sebatas KPI. Kita akan mampu bekerja dengan memberikan key values indicator (KVI), nilai-nilai lebih, mulia, unggul, berguna bagi setiap pengguna atau penikmat hasil kerja kita. Itulah Christopher L Jr dan Mr Lim. Rindu pemimpin besar Betapa bangsa ini rindu seorang pemimpin hasil pemilu yang layak disebut pemimpin besar, great leader. Mereka yang kini sedang giat berkompetisi dan perang iklan dengan saling sorot KPI masing-masing. Perhatikan dengan saksama, maka segenap janji kampanye, termasuk realisasinya, konteksnya masih sebatas pemenuhan KPI. Ini berlaku baik bagi yang masih berkuasa maupun mantan dan juga calon yang baru. Semua bicara tentang KPI kepemimpinan, belum menyentuh KVI kepemimpinan. Para pemimpin dan bahkan kita semua demikian bangga dan terpesona sendiri saat mampu memenuhi "KPI kehidupan" kita masing-masing, yang biasanya memang bersifat kuantitatif, materiil, dan mudah diukur. Padahal, untuk menjadi great people, great leader, great father, great manager, dan seterusnya, lebih diperlukan kemampuan mempersembahkan "KVI kehidupan" kita, yang biasanya justru tidak mudah diukur. Bangsa ini sangat memerlukan Christoper L Jr dan Mr Lim sebanyak mungkin dan sesegera mungkin. Sebagai catatan akhir, seorang office boy yang mampu mempersembahkan KVI nilainya tak kalah dengan seorang CEO yang hanya memberikan KPI-nya. Jika kita "mau" melihat lebih jauh, kita akan "mampu" melangkah lebih jauh.

Herry Tjahjono

Corporate Culture Therapist & President The XO Way, Jakarta

Leia Mais…

Minggu, 03 Oktober 2010

Cerita oleh2 mudik - alhamdulillah

Jari ini tak kuat rasanya untuk menyuratkan segala asa yang muncul setalah takeoff nya pesawat, di ketinggian 23.000 kaki aq merasa ada sesuatu yg tertinggal disana , ganjalan besar dalam hati yg seakan2 semakin besar dan membatu dalam hati karena semakin jauh jarak memisahkanku. Sindrom mudik aq menyebutnya , setah mudik , rasanya pingin segera mudik lagi. Tapi kali ini beda karena bukan sidrom mudik biasa. Aq masih belum sadar dan belum dapat mejawab seketika kenapa serasa tak ada hal yang memberikanku alasan menjadi seorang picisan yang mendalami kesedihan terlalu dalam. Sampe aq merasa heran dan bingung , kok rasanya bukan aq yg biasanya. Lebaran kali ini memberikanku hidup yang baru, hidup dengan target realistis dan motivasi baru untuk suatu perubahan yang baik demu suatu tujuan yg tergambar pada masa depanku. Mudik kemarin berawal dengan kondisi yang tidak berbeda dari lebaran 1 tahun lalu , dari seorang elik yg nggak ribet dan nggak punya target apa apa , walau pertanyaan panas (sudah punya pacar belom ?, kapan nikah?, mau berapa lama lagi bujangnya ?) sudah disisipkan dalam canda obrolan lebaran nanti oleh segerombolan om, tante bahkan mungkin mama papaku sendiri , tapi enyak babe gw adalah orang paling pengertian sedunia , anaknya pulang bukan untuk pertanyaan itu, tapi untuk menjawab dengan perilaku dan bukan perkataan (harapannya gitu katanya nyokab). Dan apa kenyataannya , sesampainya dirumah mama dengan komando militer ala ibu rumah tangga langsung membagi tugas bagi 3 anggotanya , 1. Komandan (papa). 2. Jendral (lucky) , dan tentu saja kacung yg baru saja di kirim dengan kilat khusus dari Makassar (elik ganteng *embel2 ganteng sengaja ditambahin sendiri oleh penulis biar nggak terlalu miris dengan title kacung didepannya). Bukan pertanyaan baik baik lik , sehat ? nggak , tapi kata2 yg keluar adalah , ayo cepet itu tas baju cepet diangkat , beras dalem karung , rice cooker , itu sayuran ama bla bla blabla diangkat sekalian , masukin mobil, (jadi inget lebaran tahun lalu itu anak bebek juga ikut mudik , kata mama kasian ntar gak ada yg kasih makan klo ditinggal , hasilnya kuta mudik bareng bebek2 itu dimobil) yah itulah mama , cerewetnya selalu bikin kangen setiap waktu , karena cewek sendirian dirumah menjadikan dia sering tak punya genk dalam rumah, tuh cowok2 asik ngobrolin sesuatu sambil ngopi + rokokan , mama cuman nonton sinetron kesukaannya dan tidur2an. Eh kok jadi ngelantur ke sono2 , balik ke : ‘dari seorang elik yg nggak ribet dan nggak punya target apa apa’ dan kini aq telah punya hal yang harus aq perjuangkan, kalo dibilang lebaran kali ini unpredictable, mulai dari musibah yg aq alami :( (sapa sangka etalase SPBU aq adu dengan mobil kesayangan mama) dan cerita cerita setahun tentang keluarga besar dan cerita curhat sang mama pada anaknya (selalu ada sesi ini dalam setiap tahunnya) , dan gurauan2 khas ala keluarga kita. Menjadikan mudik adalah suatu hal yg patut untuk di perjuangkan setipa tahunnya (mangan gak mangan asal kumpul, ntar klo dah laper cari aja warung atau resto yg buka).


Waktu begitu cepat berlalu , 18 hari tak berasa sama sekali , hujan aja tiap hari waktu mudik tuh , tapi gak papa semua kegiatan masih tetap bisa dilakukan , mulai males2an sambil tidur2an nonton tipi , masak masak bareng mama , mancing ikan di kolam belakang rumah , sampe main main ama abang adekku, semua menjadi kesatuan utuh hingga satu pertanyaan mama membuat suasana mendung dalam pagi itu (seingatku pertanyaannya gini : eh jadi lebaran ini masih tetep sama lebaran kemarin , belom ada yg mau dikenalin?) mama membuat pertanyaan yg halus banget , walau sambil goreng kerupuk/tempe ya waktu itu? Ya sekenanya aja aq jawab , sabtu besok aq kenalin (*dam* emangnya manusia berinisial “ I “ mau main kerumah … hahaha sok pede abis nih elik , dasar kacung ber ke-pede-an tingkat kakap. Alhamdulillah , rejeki nggak kemana , Tuhan memberikan sesosok makhluk manis dan dikenalkan padaku , selalu saja begitu , kopdar yg meng-kikuk-kan , bukan pada dirinya saja , aq juga sebenernya , dengan harap2 cemas , bener ndak ini orangnya , hahaha (cuman tampilanku dibuat se cool mungkin , jadi nggak kelihatan banget , dan kelihatannya emang sukses, nggak demam panggung rasanya) mama papa dan my brother menerimanya dengan baik , semoga saja dia menerima dengan baik pertemuan kami, Biasanya kalau pulang balik ke Negara perantauan cuman mama yg nangis (kemaren juga gitu lagi , dibandara seperti melepas anaknya jadi TKI aja mama , sambil dada dada gitu nangis , tp itulah cinta seorang ibu pada anaknya , I’m proud mendapat perlakuan seperti itu , walau saya ini sibolang = si bocah ilang yg gak pernah di absen oleh mama nya, yg ada aq yg iri karena gak merasa diperhatikan , dasar anak gak tau diri , kering tempe ama bumbu pecel oleh2 mama itu apa ? takut anaknya gak bisa makan pecel kalik sampe dibawain begituan , berarti aqnya aja yg gak sadar klo diperhatiin), ternyata ada sesosok wanita disana yg dalam waktu bersamaan menangis untuk ku . Dua wanita yg mencintaiku apa adanya tanpa menuntut apapun dan memberiku ikatan waktu untuk kembali dalam pelukannya, Karena ketidak sanggupan melepas itulah mereka menangis , bagiku ketidak sanggupanku adalah mengusap air mata mereka, proses ini harus tetap berjalan dengan segala keterbatasan waktu dan pemisah lautan itu , biarlah untaian doa dan rajutan rasa kangen menjadi selimut dalam tiap malam tidur kita dengan pengharapan setiap esok pagi kita dapat dipertemukan dalam untaian takdir dan rizki Tuhan, ada titipan doa nih dari seseorang berinisial INA “ Semoga Allah menjaga hati kita , sampai waktunya Allah mengijinkan kita bersatu “ .. Aamiin..

Leia Mais…

Minggu, 07 Maret 2010

Sorry mom

Mamaku ultah beberapa hari yg lalu … sudah 6 tahun ini aq tak memberinya kecupan manis dipipi saat beliau ultah ,dari sudut kota di pulau halmahera aq menelponnya melalui mobil phone yg kadang2 mati karena overload pengguna , maklumlah , didaerah ini (Gosowong) memang hanya indosat lah operator yg memasok komunikasi dalam bentuk mobile. Selalu papa yg angkat panggilanku , ya memang karena no yg aq hubungi adalah selular papa, basa basi sedikit lah , Tanya kabar dan lain2, omongan garing antara ortu ama anaknya , tapi papa tau maksudku telp , hp pun dikasihkan ke mama , ternyata mama sedang menemani nenek yg sakit , jadi mama cumin bilang salam dan menyuruhku menunggu sebentar … *menurutku sich mama cari ruangan lain yg tidak terlalu mengganggu nenek nantinya saat ngobrol denganku.

“mana jatah tumpeng nasi kuningku” serta merta aq menodong kepada mamaku …. Padahal mama belum mengucap apa2 lho , mama cumin ketawa kecil … “nggak ono sego kuning le , iki ono jangan oseng2 kates karo tempe , arep ?” … loh … kok malah prihatin ngene rek suasanane, lanjut penjelasan dari mama “ mbah sakit , jadi nggak sempat masak apa2, lagian papa blom ambil uang pensiun nya , khan belom bisa kemalang karena tunggu nenek” … sungguh kelabu nian moment ultah kali ini, dan yg lebih parah , aq tuh biasanya udah transfer duit lebih ke mama dari rutin bulanan yg aq kasih kebeliau setian ultah , tapi kali ini sampe detik inipun aq belom transfer, sorry ya ma … aq masih dihutan, nggak ada atm buat transfer, token pin buat i-banking juga lupa gak dibawa, so molor aja ya perayaannya . biasanya mama memang todong aq klo dia ultah , minta duit dalam jumlah tertentu untuk kunjungan ke panti asuhan , but not for this year. Mama udah bahagia dengan rumah barunya sekarang , rumah yg kita semua bangun dengan dana carut marut dari uang SPJ ku dan sisa sisa gaji papa, punya kegiatan masa pensiun dengan mengurus ternak dan kebun , lumayan buat kegiatan mama dan papa setiap harinya , mau nggak ngeluarin duit sehari pun bisa tetap makan dari ternak dan kebunnya di belakang rumah.

Tapi itulah mama , selalu bisa menyembunyikan segala hal yg menjadi masalahnya dihadapan anak2nya , tapi seperti apapun disembunyikannya , anakmu yg satu ini tau pasti apa keinginanmu mah … I will take your dream and make this real, wait and see.

Satu kalimat dari mama yg tetap aq anut sampe saat ini : jangan mudah menyerah , dan jangan pamrih kalau membantu orang , cukup kamu sendiri yg tau.

Dunia akan memberi kita apa yg kita perlu , cukup istiqomah menjalaninya dan berserah pada Allah , semuanya ada jalan nya , kalau buntu ya jangan takut kembali ke titik awal, karena itulah hidup , berilmu pada saat prosesnya , bukan pada saat hasilnya.

Leia Mais…

Minggu, 20 September 2009

Happy Ied !!

Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar … Laaillahaillallah Hu Allah Hu Akbar , Allahu Akbar walillah Illham …… semalam gema takbir berkumandang syahdu diseluruh pelosok kampung ini, dari anak-anak hingga para lansia semua larut dalam suasana bahagia , bahagia karena besok bisa makan jajanan disiang hari , bahagia besok bisa makan ketupat sayur dan opor, bahagia besok pake baju baru , tapi selain itu masih banyak lagi orang yang menangis dan bersedih , karena dirinya takut tahun depan tidak dapat menemui ramadhan dan idul fitri lagi , waallahualam , semua hanya seijin Allah.

Alhamdulillah lebaran kali ini pulang kampung , alias mudik …segala sensasi berlebaran kali ini sudah mulai, dari hunting tiket pesawat untuk pulang kampung (seperti pada kebanyakan orang mudik , target utama adalah harga tiket yg murah poll) dan pilihanpun dijatuhkan pada Citilink , pesawat low cost milik Garuda ini amat membantu mudikku kali ini , sampe Juanda dijemput oleh mama papaku tersayang (seperti anak kecil aja ya dijemput di bandara ambek emak babe-ne) tapi ndak papa kok , katanya sekalian mama mau jalan-jalan ke Surabaya , udah lama nggak ngelihat Surabaya katanya (percuma donk udah GR duluan aq, dikirain karna sayang banget ama aq makanya sampe jemput di bandara) tp thank you very much udah jauh2 jemput ke bandara ya be (makasih juga udah dikasih bonus dorong mobil dibandara karena mobilnya mogok) :)

Dan kegiatan dikampung pun dimulai, diawali dengan bedah pasar sebelum lebaran, tau pasar tradisional di kampung khan , byuh rame banget , untung ndak terlalu becek jalannya, daging sapi sampe pete pun udah dibeli namanya jadi pengawal mama, ya belanjaan itupun bergelantung bebas dikedua tanganku, maco dah angkat beban dari pasar, cuman kali ini ndak ada kepiting, jadi kita ndak ada jamuan capit capit kepiting kali ini. Sholat ied di lapangan bareng sama semua orang kampung yang hampir 100% nggak kenal sama sekali, dan cuman bisa lempar senyum kesana kesini sambil keki sendiri , takut dikira gila , nggak kenal kok senyam senyum (padahal maksud hati cuman pingin ramah) tapi kekhusuan sholat tetap terjaga donk, selesai sholat ied sungkem ama mama papa , nangis nangisan .. maunya gak nangis tapi karena mama nangis malah ikut kebawa arus dech , cengeng juga dech akhirnya. Pesen mama : jadi cowok cakep yang punya cewek cantik (lha aq khan dah ganteng mah) cepet punya rumah, cepet nikah (sabar sek yo mah, jek nggolek cewek seng gelem khilaf melihat kegantenganku ini sehingga mau bersama2 menyempurnakan ibadah agama menjadi utuh) , papa say : mudah2an pekerjaannya lancar dan sukses , selebihnya rahasia antar cowok saja :)

Abis sungkeman nangis nangis dilanjut ketawa ketawa (kok bertolak belakang ya?) sembari makan hidangan awal lebaran bareng keluarga besar (menu : soto ayam Bangkok, sekali2 ayam harga 300 rb di potong buat lauk makan lah , dan rendang daging lengkap dengan hidangan nasi padangnya) menu yg aneh untuk hari pertama lebaran , but enjoy it . abis sarapan kita ngider (silaturahmi mengunjungi embah2 semua) nah disini hunting makanan makanan ndeso pun dimulai, semua kekangenan makanan waktu kecilpun terbayar, jare mbah-e iku lek arepe digowo mulih iso kok le (jadi malu sama mbahnya).

Besok kita akan open house , ini bakalan repot lagi nih nyalamin anak2 kecil yg muter2 kampung , tenang dek udah aq siapin duit belom kelipet hasil tuker dibank kemarin. Besok rencana juga mau puter sawah lah , ambil kelapa muda ama belimbing di kebun belakang , sambil mancing ikan dikolam buat dibakar siangnya , ada ikan bakar sama es degan , maknyus tenan koyok-e.


Hari pertama lebaran , 1 syawal 1430 H

Leia Mais…

Kamis, 27 Agustus 2009

From Papua with Love

Hari seperti ini selalu berselimut kesedihan ,sedih karena harus meninggalkan semua kebersamaan selama ini , masalalu dan memories kebersamaan selama di papua akan selalu merindukanku pada kalian semua , kalian semua yg selalu menghabiskan waktu bersama sama 4 tahun 9 bulan atau lebih. Aq bahkan mengira mungkin kalian lebih berdekatan dan menyentuh kehidupanku lebih dari yg aq ketahui ,maafin kalo ndak bisa meninggalkan warisan apa apa (cuman bawa baju doank kok aq) tipi, tempat tidur , dan perkakas dapurku aq tinggal semua kok, selagi lihat pilem, tidur atau masak ingat aq ya , pengalaman dan kebersamaan yang telah mendalam kurasakan selama ini ndak akan aq lupakan .

Kenapa aq jadi speech less gini ya? Kata2 diatas sampe aq ulang2 terus. Dengaren aja setiap aq mulai menulis semua meluncur begitu aja , tapi kali ini susah aja gitu mau ngungkapin semua rasa yg membeludak didalem hatiku, disatu sisi aq merasa kehilangan yang amat sangat , disatu sisi aq bahagia karena aq tahu aq bisa lebih maju dan smart di kota yg identik dengan coto dan pantai losarinya itu.

Dalam paragraph kehidupan papua kali ini titik sudah disematkan.
siapa sangka daerah ini adalah kawah candradimuka, tempat yang efektif membuat mata saya terbuka lebar bagaimana kerasnya kehidupan , apa itu arti persahabatan , dan rasa kesetiakawanan yg amat sangat , dengan mengangkat koper itu besok pagi maka berakhirlah penjelajahanku di papua.

akan kuceritakan semua pengalamanku disini untuk mu anakku
dan mungkin akan kau ceritakan juga kepada cucuku nantinya ,
tapi apa saya masih diberi umur sepanjang itu?

Special thanks : bli Ketut yg telah sabar menjadi pimpinan dari seorang cak lik yg malas ini, menjadi seorang kakak yg bisa menambahkan semangat disaat kelelahan yg memuncak disetiap waktu , mau ngemong saat kekanak kanaknku muncul , terima kasih telah mempercayai saya untuk dapat menjadi bagian dari papuateam , terima kasih untuk ilmu yg TOP BGT selama ini, semua pengalaman dihidup yg disharing denganku … termasuk ngeb*r di “F” , oh iya bli cepet susul aq di Makassar ya dan cepetan nikah .. hehehe .
Thanks yg lainnya :
- mas muna yg udah bantu bersihakan meja kerjaku , bantu aq kerja , cucikan bajuku.
- Djay … kapan saya ditraktir lagi untuk yg ketiga kalinya (selama beberapa tahun kok baru 3 kali gw ditraktir loe?)
- Abram si bang toyib … lebaran besok pulang cak , sakno anakmu pingin lihat wajah ganteng bapaknya , kita ketemu di jawa saja ya !
- Temen2 Lintas saat ini (titon , ushin) bantuin bli ya … seng rajin rek kerjone .. hehehehe
- Temen2 ISAT : noy , kak idhi amin , mace dhila , puspa sayang , mba lea , ayu , dan teman2 lainnya yang disorong dan timika... termasuk pak satpam yg udah selalu ijinkan saya keluar masuk kantor isat semau saya untuk megawe disana.
- Temen2 lainnya : pak oli , pak jasiran , abang lulus, pak jamal, mba elva , temen2 BPD Papua, dan customer lainnya.

Alumnus papua :pak THD , thari “Angelina jolie” , mas idham , dhona , mas Deny , jeng Endah , jumbo , pak Theo, alam , miko , dan lainnya … saya gabung dalam ikatan alumni-nya ya … hehehe

Terima kasih PAPUA,

Akhirnya berstatus alumni Papua , tgl 28 Agustus 2009

Leia Mais…

Sabtu, 22 Agustus 2009

Pindahan Rumah

Hari ini terulang lagi , kami (sebutin dulu ya anggotanya : aq ama bli ketut) pindahan rumah lagi, baju dilemarin dikeluarkan , masukin ke koper, dan dipindahkan , kasur dan tempat tidur diboyong kesana kesini , tipi , kompor gas , dan perkakas dapur lainnya tidak pernah ketinggalan , sampe galon air dan alat bersih2 rumah ludes kami angkat , sekali lagi hajatan besar bagi seorang perantau seperti kami. Dan anda sudah pasti tau sodara kalau sudah sampai ditempat baru hal yg tadi kami lakukan kebalikannya harus kami kerjakan , mulai merapikan baju kembali ke lemari , menata tempat tidur sesuai selera hati biar kalo bubuk nanti nyaman dan bersih bersih … yups sudah ke 4 kalinya kami boyongan pindah rumah kontrakan selama di jayapura , capek badan setelahnya , kalo dulu abis capek selalu dimanja dengan makanan dan minuman yg uenak , sekarang karena puasa jadinya yah dahaga melanda 

Oh iya tapi kali ini pindahan ku yg terakhir dijayapura , soalnya seminggu lagi aq bakalan hijrah dari jayapura ke Makassar, tapi ya ndak papa lah , sekalian di packing ke kardus dan koper untuk cabut ke Makassar , hati rasanya senang bisa pindah ke Makassar , tapi ada rasa sedih juga soalnya harus meninggalkan semua yg sudah aq anggap sebagai keluarga disini , bli Ketut yang udah mau jadi kakak dan selalu mau ngemong aq kalo lagi kekanak kanakan, udah sering traktir aq makan , belikan aq oleh2 kalo lagi mudik ke bali, makasih untuk kebersamaannya selama ini , inget waktu pertama kali dating di jayapura waktu itu , pindahan dari Surabaya bareng sama fajar , kita anak anak muda yg masih culun .. hehehe waktu tahun itu sich … dengan alasan fajar yg ndak ingin tersesat atau salah turun pesawat waktu minta berangkat bareng aq masa itu , dan cirri khas fajar yg masih ndak bisa makan daging. Hehehe tapi papua telah membentuk diri kita masing2 lebih baik , semakin sadar akan kedewasaan diri dan menapak hidup lebih baik lagi.

Berbagai keadaan sudah pernah aq alami disini , lebaran ditempat orang , bahkan menggantungkan diri untuk diberi makan orang saat lebaran itu karena tidak ada warung yg buka untuk menjajakan masakannya , ataupun disaat sakit yg rasanya nyawa sudah tinggal di dada saja, dan semua itu berada ditempat yg amat sanagat tidak terduga, ataupun kebahagiaan bersama saat bermain di pantai atau di sungai , di pegunungan sambil narsis narsis an foto2 diri sendiri dan teman2 semua , bermalas malasan PSan , hingga bercanda hingga tertawa tak kenal henti, atau mencoba memasak gunu mengobati rindu akan masakan mama dirumah, that’s all is a beautifull history .

Leia Mais…

Rabu, 18 Februari 2009

The Bucket List


Nemu di tumpukan kertas bekas meja kerja , let's do it @ this year !!

Leia Mais…

MuTu

Berkunjung ke BM(Bank Mandiri) sekali lagi memberiku sebuah pertanda, bahwa mukaku memang menjadi lebih tua dibandingkan umurku (pantesan aja aq ditawari infus pemutih,dan treatment wajah). Ini kedua kalinya umurku ditaksir sudah cukup tua untuk segera menikah , walau telat postingnya gak papa dech [sudah banget cari koneksi internet disono* , gprs pun tak bersahabat]

Kejadian pertama [June 6th,2008]
Awal mulanya saat berkunjung ke BM abepura , ibu2 sebagai teller senior [sebut saja Mis.X] dan sebut saja aq [Mr. Ganteng] , hehehe .. narsis banget ya . Mis.X ini mempunyai ide nyomblangin aq dengan juniornya … sebegitu nggak lakunya aq ya? Sampe perlu dicomblangin segala?
Mis.X : “mas masih single khan , teller yg disana itu masih single juga lho”
Elik : “ pasti lebih tua dari saya umurnya bu?”
Mis.X : “mas rully umurnya sekitar 28 khan , mba itu masih 25 lho , ntar aq kenalin dech”
Elik : [masa dosis umurku ditambah 5 tahun] “fyuh ,terima kasih bu “

Kejadian kedua [Feb 11th,2009]
Kali ini terjadi di BM serui , cutomer service senior [sebut saja Mr.CS] diawal berkenalannya denganku terlibatlah [pilihan kata2 kok rada menyeramkan gini ya] ganti perbincangan yg cukup menarik ,tapi untuk tidak melenceng dari pembahasan diatas jadi ini aja yg aq kutip
Mr.CS : “kenapa cari perancis mas?” [perancis adalah panggilan utuk peranakan Cina Serui , informasinya orang2 peranakan ini yg paling menarik di papua]
Elik : “ya.. pingin tahu aja pak , sudah 4 th di papua kok belum pernah melihat perancis, kalau ditanya bagaimana eksotok wajah dari seorang gadis perancis , saya jadi bingung menjelaskannya nanti pak”
Mr.CS : “cuman mau lihat apa emang udah mau cari jodoh mas? , tapi cepetan dech mas , dulu saya seusia mas sudah menikah , sekarang anak saya 1”
Elik : “memangnya bapak dulu menikah umur berapa pak?”
Mr.CS : “umur 26 mas , mas mau umur berapa nikahnya? Udah umur 28 an kok blom nikah”
Buset nih bapak, dapet data dari mana kalo aq umur 28. Lagi2 umurku ter-upgrade , apa emang diwajahku udah ada tulisannya ‘umur 28’ .

Jujur aja friends … *tapi kalo bo’ong dikit rasanya lebih
menentramkan , ntar kasihan sodara kembarku ( tuh brad pitt ) kalo aq dibilang
tua , dia dibilang apa donk nanti? Jadi inget dulu pertama kali turun Gunung dari
padepokan moklet malang , ke customer dibilang masih anak2 , eh sekarang
upgradenya cepet banget sampe dibilang tua .
Disurvey opo disensus wae wes …. Factor apa saja yg
menyebabkan cak_lik tampak lebih tua?
Duh Gusti , iki berkah opo musibah lek ancene tampangku lebih tua dari umurku?

Leia Mais…

Rabu, 04 Februari 2009

Ego dibelantara Papua

Berjanjilah pada masa, semua orang juga mau memanfaatkan setiap detik waktunya untuk segala sesuatu yg bermanfaat, tapi apakah orang itu bisa selalu mewujudkannya?. Alur hidup pun selalu ditata ulang pada setiap kesempatan , ya dengan membenahi subtarget dalam hidup kita, tapi apa ya bukti nya kalau kita berhasil mencapainya? Dari sisi mana kita memandangnya? Karena setiap keberhasilan yg kita dapatkan , bagiku selalu ada efek negatifnya untukku sendiri. Merenung disetiap waktu senggang pun tidak akan pernah membuatku berpikir positif dan menghasilkan karya spektakuler untuk diceritakan, menilai diri sendiri memang PR terberat, tapi kalau kita tidak sadar akan diri kita sendiri bagaimana bisa maju, klasik memang didengarnya , tapi tetap saja susah mendiskripsikan dengan benar. Kebersamaan mungkin akan sedikit membiaskan beban pikiran yg menggerogoti kepercayaan dan keyakinan diri kita sendiri akan potensi pribadi.

Egois rasanya kalau setiap detik yang ada hanya untuk semua target dan keinginan yg mau aq wujudkan, seakan hidup kita berawal dari kesendirian dan akan diakhiri dengan kesendirian juga, Lupa akan status makhluk sosialnya kah diriku? Terus piye Enyak Babe ku , mereka khan yg memproduksi aq.

Dulu waktu dapat penawaran ke papua rasanya enak banget bilang “Siap pak , saya mau” karena pikiran pertama yang melintas adalah serunya berjelajah dan bertraveling di alam rimba yang eksotik . ketemu sama segala binatang yg bener2 liar (sama sekali nggak sama kalo lihat di taman safari) , pohon yg beraneka ragam nan asrinya (lebih wah dibandingkan pohon di taman raya bogor) , masyarakat yg ada didalamnya pun unik2 dengan budaya yg mempesona , kata mempesona ini bisa aq jelaskan sekarang , dulu waktu pelajaran sejarah , saat ibu guru menjelaskan tentang alat2 manusia purba yg begitu sederhana , yg berupa batu dan tulang untuk perkakas rumah tangga , nah sekarang disini aq melihat banyak sekali alat yg serupa masih dipergunakan , betapa mereka masih mempertahankan budaya nenek moyang mereka , dan aq masih bisa melihat mereka menggunakannya (inilah yg mempesona bagiku) , mereka punya ketelitian mantap dalam setiap pekerjaan , tidak banyak kecerobohan dan tidak banyak efek negative yg ditimbulkan dialam . semua pengalaman itu terjadi semua padaku , bahagia rasanya bisa merasakan pengalaman yg mengagumkan , tidak bisa dinilai dengan mengacungkan 2 jempol tangan kita , apa lagi kalo suruh jalan dengan biaya sendiri , nggak nyucuk kaleee….. , semua itu aq dapatkan karena aq menerima pekerjaan didaerah ini. Saking senengnya menjelajah pelosok papua , sampe lupa cuti pulang , lebaran pun ikutan lebaran di rumah orang , bukan dirumah sendiri sama handai toulan dan keluarga . dulunya sich masih mikir gini (gak papa dech sekali ini nggak pulang lebaran) eh kok malah keterusan , malah bisa cari alasan lagi sekarang , yg harga tiket mahal lah , ada pekerjaan lah , dan lain sebagainya … padahal itu cuman akal2an aja kaleee… , aslinya sich pingin sesuatu hal yg baru (gimana rasanya kalo lebaran gak pulang , lebaran bareng sama orang yg sama sekali kita nggak kenal , lebaran cari makan dirumah orang) , sampe liburan akhir tahun kemaren pun seharusnya bisa ambil cuti panjang banget ,tapi aq nggak pulang kampung juga, wah beneran dah cinta papua atau emang udah diusir dari rumah sampe nggak berani pulang nih.

Cuek bebek selalu dengan semua singgungan dan gossip orang , sampe kemaren dayax (nama panggilan kakak ku) denger tetangga bilang “kasihan ya de pik ,anaknya kerja jauh , lebaran gak pulang , liburan panjang juga gak pulang” , buset dah , untuk yg satu ini rasanya menohok banget di hatiku … langsung intropeksi diri boleh donk . point pertama : egois banget aq , disini aq mengejar semua ambisi nafsu muda ku tentang semua pengalaman hidup , tapi kok nggak seimbang dengan kebutuhan keluarga akan kebersamaan . point kedua : perjuangan ini sudah sukses , namun pincang oleh kehangatan rumah . point ketiga : puncak mana lagi yg masih menyilaukan matamu nak , hingga kau terus mendaki tanpa berpikir orang yg berdoa akan keselamatanmu saat melepaskan kepergianmu . sesak hingga relung dada saat semua kenyataan itu timbul , bagaimana sungguh kangennya mama dirumah sana pada diriku, atau sedikit cemburu akan keadaan keluarga lainnya yg bisa berkumpul lengkap , maklum dech hal itu dirasa seorang ibu , I am sorry mom , nanti pada waktunya aq akan selalu dekat denganmu (bukan hanya sekedar jiwa ,namun ragaku juga) , coming soon …….

Dan akhirnya “Gunakan Pikiran itu untuk melihat dan Hati untuk merasa” *njiplak kata2 dari pak Mario Teguh

Leia Mais…