Opor Ayam
- Ayam direbus , buang airnya + santan
- Bawang merah putih , kemiri , ketumbar , jinten , merica , sereh , daun salam , laos , jahe , daun jeruk , gula , garam , dihaluskan dan ditumis sampai harum
Sayur manisah/labu
- Manisah diiris kecil , dikasih garam ,diremas remas , terus dicuci . manisah dimasukkan baru dikasih santan + gula garam
- Bawang merah putih , cabai besar kecil , kemiri , laos , daun salam , dihaluskan dan ditumis
Sup Kacang Merah
- Kacang dan daging direbus sampai empuk + bumbu diiris + gula garam
- Bawang merah putih , cabe , tomat , asem , laos , daun salam
Sup wortel + sayur
- Masukkan sayur + gula garam + kaldu
- Bawang merah putih , merica , tomat , dihaluskan dan ditumis hingga harum
Cah Kangkung/Sawi
- Kangkung/Sawi dan daging(direbus) ditumis + gula garam
- Bawang merah putih , cabe , tomat diiris saja / dilumatkan kasar
Sabtu, 22 Agustus 2009
Makanan Anak Kos Ala Cak Lik
Jumat, 29 Mei 2009
J 2 J (Journey to Jogja)
Akhirnya bisa nulis lagi disini , kerja dengan dunia telekomunikasi ternyata tidak selalu dimanjakan dengan namanya internet , surfing merupakan hal yg susah susah gampang didapat di daerah papua , mau ke warnet leletnya nggak karu karuan , mau lewat GPRS buset dah attention error connected to operatornya jadi pandangan yg lebih sering dilihat dilayar handphone dibandingkan dengan tampilan web yg kita inginkan . atau paling parah memang aq nya ya yang dodol , mau cerita journey to jogja kok nunggu balik dulu ke papua , whatever dah , yang pasti udah geregeten nih mau menceritakan beberapa pengalaman di jogja.
Perjalanan ke jogja aq mulai pada pukul 5 pagi , start dari gang dukun , daerah kuningan Jakarta Selatan. Kok mulainya dari sono lik , bukannya dari malang? Dimulai dari sana soalnya memang saya sudah janjian ama temen yg mau meluangkan waktunya atau lebih tepatnya bolos dari kuliahnya untuk ikutan ngegembel di jogja , thanks for runnie , lain kali kita jalan bareng lagi ya. Kembali ke jam 5 pagi , abis subuhan kita mulai jalan ke halte untuk mencari tumpangan taksi (emang di Jakarta masih bisa numpang di taksi? , jawabannya bisa kok , pokoknya waktu turun kasih uang ke supir minimal sesuai dengan argonya) setelah dapat taksi , kita mulai melaju ke cengkareng , biar gak telat cek in , langsung masuk tol semanggi dan melaju menuju cengkareng , disini aq sadar , budaya dijakarta adalah kalau mau cepat dan sedikit macet , mobil harus segera dilaju di toll way . singkatnya kita cek in ,tunggu pesawat berangkat , boarding dan take off , kejadian selanjutnya pasti sudah tau khan , selama dipesawat kita melakukan hal yang paling menarik (bukan godain pramugari) yaitu sleeping on board time. Pokoknya bangun2 udah di welcome Adi Sucipto Airport , Jogja akhirnya kesampaian juga aq menginjakkan kaki di tanah Jogja (sekitar pukul 9.00 WIB) keluar bandara hal yg ndak pernah aq alami terjadi , tidak satupun supir taksi ataupun makelarnya menawarkan jasa angkutan umum elit Indonesia (baca : taksi) kepada kami , ini karena wajahku atau wajahnya runnie ya yg nggak meyakinkan kalo kami mampu bayar ongkos taksi ?. diairport aq sudah janjian dengan my old sister di papua yg sekarang sudah kapok dan tobat tiggal dipapua , dan sudah bermigrasi ke jogja dengan alasan kuliah. Jeng Endah telat tiba di bandara , yang ada kami celingak celinguk sebentar dech di bandara , tapi nggak pake tampang blo’on lho ya!
Trans Jogja , yah itu angkutan yg mengantarkan kami ke M way (Jalan Malioboro). Sekitar 30 menit perjalanan dari bandara ke kota , sampe di malioboro hal yg pertama kali dilakukan adalah cari sarapan, oh iya selama di jogja kami ndak pernah kuliner Gudeg, emang pada ndak hobi makanan manis soalnya. Sarapan pingin yang anget anget pake kuah , bakso dech yg jadi pilihan , dan ternyata rasa baksonya mengecewakan. Kesan pertama dijogja yang mengecewakan dengan awal kuliner yg tidak masuk taste kami. Gak pake lama dah di warung M way itu , kami pun mulai hunting hostel atau losmen , gang gang malioboro menjadi tempat pertama kami mencari , hasilnya nihil (walaupun mau cari yg murah kita juga khan butuh yg nyaman , masak berlibur tinggal di tempat yg nggak nyaman , liburannya kurang pas donk nanti) yang kami temui hanyalah kamar kamar lumayan kumuh dengan bandrol harga yang nggak banget (mending di hotel berbintang sekalian). Tapi namanya liburan yg dirancang mengalir apa adanya, kami lanjutkan pencarian kearah prawirotaman , nah disanalah kami menemukan guesthouse yang muantep banget “ Delta Guesthouse” kalo pada main ke jogja dan ingin berhemat uang penginapan , nih tempat aq kasih nilai 9, pokoknya nggak akan menyesal dech , kamarnya dibuat seperti bungalow pake dinding gedeg /anyaman bamboo , ada kolam renangnya walau ukuran kecil, harga sewa termasuk sarapan pagi, selama menginap 3 hari disana cuman kita saja yang local touris nya. Lainnya bule semua , dan akhirnya memberiakan efek maknyus setiap pagi dan malam nya (two pice untuk setiap bule yg berenang), karena kamar kami didepan kolam renang dan tempat nonkrongnya pun dibibir kolam ,cuci mata dengan pandangan bule2 seksi dan bule2 maco (buat runnie) menjadi obrolan yg nggak ada abisnya diantara kami berdua. Target ke2 setelah penginapan adalah kendaraan touring, hasil pencarian hari pertama inipun mengecewakan , jawaban yang paling sering terlontar adalah “maaf, kami tidak menyewakan sepeda motor kepada turis domestic” anjing bener nih orang , nggak bisa bedakan orang baik2 sama maling yang pura2 jadi orang baik2 apa? , walaupun harus pake deposit 1 jt juga gw jabanin untuk sewanya, tapi namanya orang sabar selalu aja ada jalan keluar, akhirnya kita mendapatkan sewa kendaraan di sekitar guesthouse, acara plesiran pun dilanjutkan untuk keliling temple2 yg tersebar disekeliling jogja , yg bisa gw pesenin buat semua orang yg mau plesiran jangan plesiran tepat siang hari , panasnya boss .. nggak ketulungan , mana jalan keluarnya selalu dibuat oneway melengkapi gempornya kaki mendadi dan menuruni anak tangga candi candi itu, kalau cerita sejarahnya candi2 yg kita datangi seperti ratu book , prambanan , ama Borobudur , mending search aja dimbah google , kalo Tanya aq ya yg ada Cuma kenarsisan diri untuk foto sana foto sini , mau dibilang gak pantes kek , cuek abis, yg penting hati senang. Kuliner ala tugu juga nggak ketinggalan waktu berkunjung disana , kopi jos yang pake areng itu ternyata memang maknyus melegakan kerongkongan yg sudah kepedesan ama nasi kucing ala mbok e. (mbok-e iku eruh lek aq kiy wong plesiran , asli uduk wong jogja , padahal aq nggak pake koteka lho malem itu) selebihnya wes lali aq apa aja yg aq alami disana , seng pasti jempol abis buat jogja , bersama kemegahan keratin dan semua mistik yg tersembunyi didalemnya . jadi inget jalan tutup mata di aloen-aloen kidul . next target trip … Lombok dan sekitarnya … cepak2 duit e sek kiy :P
Minggu, 08 Maret 2009
Hotel di Papua , seperti apa sich?
Hotel , bungalow, hostel, losmen , mana yang anda pilih kalau sedang berpergian. Jawabannya pasti “ditentukan dengan anggaran keuangan” hehehe , untuk area papua saya akan coba ceritakan pengalaman menginap dibeberapa hotel , tidak selalu terbayang kemewahan fasiitas yang ada khan kalau kita menginap dihotel, bahkan untuk beberapa hotel dipapua system penginapannya ada yang ala hostel, satu kamar berbagi dengan beberapa orang (ini hampir pada semua hotel di kota2 kecil papua) bisa dibayangkan kalau satu kamar tidur bareng sama orang yang baru saja kita kenal atau bahkan belum kita kenal, kalau sekamar sama cewek gimana ? lihat ceweknya ya … tua muda , cakep atau ndak, hehehehe . Hotelnya pun dalam satu kota rata rata bisa dihitung , bagaimana tidak terkadang dalam satu kota hanya ada satu atau dua buah hotel saja , kalau seperti itu apa bisa memilih? . untuk di Biak, kebanyakan penginapan bersifat penginapan Transit , Waktu itu saya menginap di Hotel Solo, Namanya sih hotel, tapi keadaannya jauh dari hotel, apalagi kota Solo, hotel ini lebih terlihat seperti Losmen, menempati bangunan tua dengan kamar kamar tambahan terbuat dari tripleks disisinya, persisi kaya kos kosan. Petugas receptionisnya adalah seorang bapak bapak gendut yang selalu memakan pinang . mulai dari sore sampe pagi hari , aduh ributnya , ternyata hotel ini bersebelahan dengan pasar ikan , mau tidak mau kericuhan pasar bisa terdengar jelas dari kamar hotel , ditambah lagi dengan beberapa pengeras saura penjual DVD bajakan degan lagu lagu hits mereka , ada yang dangdut dengan trio macannya , ada juga POP dengan kangen band nya.
Hotel di kota Timika lain lagi, karena kota ini more rich than other city on the papua, jadi kebanyakan hotelnya dijadikan tempat kos karyawan Freeport ,dikota ini juga ada hotel Sheraton (hotel yang paling banyak bintangnya dipapua) , cuman enaknya ya terjamin kualitas pelayanannya , Alhamdulillah gak ilang standart internationalnya. Beda lagi untuk kota tangguh atau membramo , coba keliling kota untuk cari hotel nggak bakalan ketemu , jadi harus buat tenda sendiri atau menumpang tidur dirumah warga. Dikota Babo , kalau dipenginapan kita sudah langsung dapat makan pagi, siang, dan malam, rate perharinya pun cukup murah , hanya 100 rb perhari . berbeda jauh dengan hotel hotel dikota lainnya yang mempunyai rate 300 – 400 rb perharinya. Di merauke saya mendapatkan hotel dengan bangunan kuno, mungkin sudah ada sejak jaman colonial belanda dulu ya? Kamarnya punya atap yang tinggi banget , mungkin lebih dari 3 meter dengan kamar mandi yang lengkap dengan bathtub, tapi justru membuat parno dengan gambaran keangkeran nya. Beda lagi kalau di kota Wamena , kota dingin ini sungguh menjadikan air hangat pilihan utama kalau mau mandi , tapi tidak semua hotel disana menyediakan water hitter di setiap kamar mandinya , dan cari penginapan disini susahnya bukan main, memang banyak sekali pelancong dikota ini, menyebabkan over booking di setiap hotelnya.
Rata rata penginapan dipapua pasti dituliskan larangan membawa cewek kedalam kamar , kenapa ya cuman lelaki yang dianggap suka “mengangkut” cewek ! , kalau ada tante tante ngangkut cowok boleh donk , hehehehe, dan larangan minum minuman keras dikamar (hal wajar untuk yang satu ini) ataupun dilarang merokok diatas kasur , kalau larangan dilarang makan pinang di kamar dan diatas kasur (saya yakin di hotel hotel luar papua manapun belum ada larangan ini). Ada satu lagi kebiasaan banyak hotel dipapua , door opennya hanya sampai jam 11 malam saja , pulang lebih dari jam itu maka silahkan tunggu diluar (sering sekali saya kalau kerja malam hari di perbankan atau BTS dan pulang jam 3 atau 4 pagi harus nongkrong didepan pagar hotel nungguin hotel buka dulu , udah bayar hotel mahal kok pake acara kedinginan diluar juga). Percaya atau nggak boleh dicoba kok , visit papua dech di 2009 ini, selamat mencoba :)